Pages - Menu

Senin, 04 Agustus 2014

Mampukah Manusia Istirahat Tanpa Tidur Lama?

Manusia membutuhkan istirahat yang cukup setelah lelah melakukan kegiatan seharian. Kini, para ilmuwan mengklaim telah menemukan adanya mutasi gen yang memungkinkan manusia tidur sebentar dan kembali segar.

Seperti yang dilaporkan dari laman rt.com, Senin 4 Agustus 2014, ilmuwan asal University of Pennsylvania, Amerika Serikat, tersebut menemukan mutasi gen BHLHE41. Mereka percaya bahwa gen tersebut dapat membantu orang-orang yang beristirahat tanpa harus tidur dalam waktu yang lama.

Dalam penelitiannya, mereka melibatkan 100 pasang manusia kembar, baik identik maupun fraternal. Para kembar itu harus tidur selama 38 jam. Setiap dua jam, peneliti memeriksa berapa banyak istirahat yang mereka butuhkan untuk pulih sepenuhnya.

Perbedaan mencolok terlihat pada sepasang kembar non-identik. Mereka memiliki sebuah variasi gen bernama p.Tyr362His di dalam gen BHLHE41 mereka. Gen tersebut dipercaya memiliki peran penting dalam mengendalikan ritme sirkadian. 

Dengan pola tidur hanya 4 jam, kembaran yang memiliki gen bermutasi mampu meminimalisasi kesalahan sebanyak 40 persen saat tes berlangsung. Usai tes, dia hanya butuh istirahat 8 jam. Sementara itu, pasangan kembarnya tidur 5 jam sebelum tes dan butuh istirahat selama 9,5 jam setelah tes.

Pada uji tes tersebut, peneliti mendapatkan pencerahan bahwa gen tidak memberikan kualitas tidur yang berbeda. Namun, hanya mengatur jam internal seseorang, sehingga mendapatkan keuntungan pemulihan fisik secara otomatis.
Mereka menyebutnya dengan fase Non Rapid Eye Movement (NREM), di mana pada fase ini orang mengalami tidur yang tenang dan efisien. NREM sangat penting untuk perilaku memori, kognisi, dan pemulihan fisik.

"Kedua kembar hampir memiliki tingkat tidur NREM yang sama. Terjadi sejumlah mutasi pada BHLHE41. Mutasi ini mengurangi kadar tidur total saat mempertahankan tidur NREM dan memberikan perlawanan terhadap efek kurang tidur," tulis ilmuwan yang hasil penelitiannya diterbitkan edisi terbaru jurnal ilmiah "Sleep".

Pada 2009, ilmuwan menemukan Dec2 yang berada dalam garda terdepan mengenai penelitian tentang tidur yang kemudian ditemukan gen baru BHLHE41.

Bagi warga Amerika Serikat, hasil penemuan ini sangat penting. Berdasarkan data dari The National Health Interview Survey terbaru menunjukkan bahwa hampir 30 persen dari semua warga Amerika Serikat memiliki kurang tidur sekitar 6 jam.

Menurut Mehdi Tafti, seorang profesor di Center for Integrative Genomics di University of Lausanne di Swiss mengatakan, variasi tidur pendek pada BHLHE41 terdapat pada kurang dari 1 persen populasi, sehingga sulit untuk melakukan studi jangka penjang dari efek mutasi ini. Namun, untuk sementara waktu, gen ini tampak jelas memberikan keuntungan tidur pada kognisi, kesehatan, dan umur panjang.

"Berarti setidaknya kita harus hati-hati sebelum mencoba untuk mengubah sebagian besar manusia menjadi mutan Dec2 dalam satu atau dua generasi mendatang," ungkap Tafti.

Beberapa figur ternama yang dikenali memiliki waktu tidur cepat adalah Margareth Thatcher, Napoleon Bonaparte, dan Leonardo da Vinci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar