Pages - Menu

Kamis, 14 Agustus 2014

REBORN Sepasang Kaos Kaki Hitam by pujangga.lama PART.5

malam minggu itu Indra benar-benar membuktikan ucapannya. sekitar jam setengah delapan malam dia muncul di atas tangga bersama seorang wanita yg baru gue lihat. mereka berjalan ke arah gue yg sedang duduk di atas tembok beranda pembatas kamar.

"Chi, ini dia cowok yg gue ceritain ke lo." Indra menunjuk gue. "Ri, kenalin nih Echi."

kami berjabat tangan.

"salam kenal ya," kata Echi seraya tersenyum.

Echi bertubuh pendek, tingginya sekitar di telinga gue kalau kami sama-sama berdiri. kulitnya putih dan berambut panjang sebahu. sebenarnya gue yakin wajahnya manis, tapi agaknya dia sedikit over dengan make up yg dipolesnya di wajah.

"ya udah kalian ngobrol-ngobrol aja dulu, gue mau ngapel." Indra meninju lengan gue pelan. "inget pesen gue tadi pagi."

gue cuma nyengir. Indra mengedipkan matanya ke Echi lalu beranjak turun ke tangga.

"kalian ada 'pesen' apa sih?" Echi tertarik dengan ucapan Indra tadi.

"eh, enggak kok bukan apa-apa. biasalah Indra emang ngaco. hehehe..."

gue turun dari duduk gue lalu berjalan mengambil kursi di depan kamar.

"duduk," gue mempersilakan Echi.

"lo sendiri?"

"biar gue berdiri aja gak papa kok."

"kita ngobrol di kamer lo aja deh biar bisa sama-sama duduk."

"udah gak papa nyantai aja lah. gue lagi pengen menikmati udara malem," gue memandang ke depan. lampu-lampu pabrik di kejauhan sana seperti kunang-kunang di tengah ladang. gue kerap menikmati pemandangan ini yg sering membuat gue kangen kampung halaman.

"lo udah kenal lama sama Indra?" Echi membuka pembicaraan.

"belum sih. gue baru ke sini sebulan yg lalu, kurang lebih.." gue biarkan angin malam berembus menerpa wajah gue dengan sejuknya. "lo sendiri temen sekolahnya kan?"

Echi tertawa. saat itulah kawat giginya tampak berkilat tertimpa cahaya lampu.

"kok malah ketawa?"

"enggak papa lucu aja kalo inget jaman sekolah dulu," kata dia. dan Echi mulai bercerita tentang dia dan Indra yg dulu di sekolah sering cekcok adu mulut gara-gara hal sepele. Indra terkenal murid yg suka nyontek, dan setiap ada kesempatan menangkap basah dia yg lagi nyontek, Echi pasti langsung melapor ke guru yg mengajar. jadilah mereka sering ribut.

sejauh ini penilaian gue terhdap Echi adalah dia anak yg smart. dia juga pintar membawa suasana dengan candaannya yg fresh. samasekali nggak gue lihat kemurungannya akibat broken heart seperti yg diceritakan Indra tadi pagi.

kami larut dalam obrolan ringan sebagaimana dua orang yg baru kenal. gue sendiri belum berani menanyakan hal-hal yg bersifat pribadi darinya dan nampaknya dia pun sama. cukup lama kami ngobrol tanpa terasa sudah hampir jam sepuluh malam. anak-anak kos di lantai bawah yg tadi terdengar rame dengan obrolan dan nyanyian kini lebih menyepi. mereka mulai beranjak tidur. di lantai atas sendiri cuma ada gue dan Echi. dua kamar yg lain penghuninya sedang lembur shif malam dan pasangan suami-istri di depan kamar Indra sudah sejak awal mengunci pintu. dan kamar di seberang kamar gue, entahlah gue nggak mengerti.

"eh iya, keasyikan ngobrol sampe lupa ngasih minum," kata gue. "mau minum apa? adanya aer putih doang sih. hehehe..."

"udahlah gak perlu repot-repot."

saat itu gue dan Echi berdiri bersebelahan bersandar pada tembok beranda. gue pandangi Echi yg sedang menikmati lampu-lampu di seberang sana.

dan saat itulah gue melihatnya!!

kedua mata yg mengintip dari celah kertas koran di kaca jendela. dari seberang kamar gue. wanita itu...

dia kah itu?

"kenapa?" Echi bertanya melihat perubahan ekspresi di wajah gue.

"ah, ng....anu....enggak papa enggak papa kok," gue tarik nafas panjang. "kita turun aja yuk cari makan? gue laper nih."


"mau makan apa?"

"pecel lele aja deh, yg di deket wartel itu enak lho. mau?"

"boleh deh.."

walau keheranan Echi mengikuti gue turun keluar mencari kedai nasi pecel langganan gue. di sana kami ngobrol-ngobrol lagi. kami sudah lebih saling kenal sekarang. dan malam itu gue akhiri dengan mengantar Echi sampai pertigaan untuk menggunakan angkot balik menuju kosannya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar