Pages - Menu

Senin, 04 Agustus 2014

NASA Siapkan Uji Coba Oksigen di Mars

Badan Antariksa Amerika (NASA) mengumumkan akan menyertakan tujuh instrumen dalam kendaraan luar angkasa Mars 2020. Salah satunya adalah teknologi untuk mempelajari cara membuat oksigen di atmosfer Mars.

Uji Pembuatan oksigen yang diberi nama Mars Oxygen (Moxie) ini merupakan yang terpilih dari sekitar 58 proposal instrumen yang diajukan dari berbagai tim peneliti di seluruh dunia.

Melansir Business Standard, Senin 4 Agustus 2014, misi tersebut merupakan yang diajukan peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.

Dijadwalkan percobaan tersebut akan dimulai musim panas tahun 2020 ketika Mars Rover 2020 akan mendarat di planet merah. Di sana akan langsung dicoba hasil peneliti dari MIT dengan mengkonsumsi listrik yang diharapkan akan menghasilkan oksigen dari karbondiokasida. Dipercaya atmosfir Mars saat ini 96 persen terdiri dari karbon dioksida.

Bila misi tersebut terbukti bekerja maka sistem Moxie ini dalam waktu yang mendatang akan digunakan dengan skala yang lebih besar. Baik untuk kegiatan yang mempertahankan wisatawan manusia yang berkunjung ke Mars atau menyediakan oksigen cair yang dibutuhkan untuk membakar bahan bakar roket guna perjalanan balik ke bumi.

"Eksplorasi manusia di Mars akan menjadi kegiatan generasi selanjutnya. Dengan cara yang sama saat generasi saya melakukan misi pendaratan ke bulan," kata Michael Hecht, seorang peneliti utama dari Moxie dan asisen direktur untuk manajemen penelitian Observatorium di MIT.

Moxie akan dirancang dan dibangun seperti yang direncanakan. Mereka menyebut teknologi ini sebagaisel bahan bakar yang dijalankan secara terbalik. Dalam proses tersebut, bahan bakar akan dipanaskan bersama-sama dengan pengoksidasi yang menghasilkan listrik.

Listrik yang dihasilkan berada dalam mesin terpisah, kemudian digabungkan dengan karbon dioksida dari udara Mars untuk menghasilkan oksigen karbon monoksida. Proses tersebut disebut elektrolisis oksida padat.

"Ini adalah cara yang cukup eksotis untuk menjalankan sel bahan bakar di bumi. Akan tetapi di Mars, jika anda ingin menjalankan mesin, anda tidak memiliki oksigen. Lebih dari 75 persen dari apa yang akan ada bawa untuk menjalankan mesin di Mars akan menjadi oksigen," ujar Hecht.

Keberhasilan menjalan misi nanti dalam membuat oksigen yang membuat penjalajah manusia bisa bernafas akan sangat membantu misi apapun di luar angkasa.

"Ketika ingin mengirim manusia ke Mars, tentu kita ingin mereka kembali. Untuk melakukan itu, mereka membutuhkan roket untuk mengangkatnya. Itulah salah satu bagian terbesar dari tujuan kami, bahwa kita perlu mengirim astronot kembali. Jadi, jika kita bisa menciptakan bagian dengan membuat oksisgen di Mars, kami telah berada jauh di depan," paparnya.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar