Pages - Menu

Sabtu, 29 Juni 2013

Tidak Mampu Sewa Mobil Jenazah, Ayah Gendong Mayat Anaknya


Inilah bukti cinta seorang ayah untuk putrinya. Walaupun anak perempuannya sudah meninggal, dia ingin putrinya dimakamkan dengan layak. Tak mampu menyewa mobil jenazah untuk membawa mayat anaknya, pria ini akhirnya ditangkap karena dianggap menyelundupkan mayat dengan memasukkannya dalam tas travel dan membawanya ke dalam bus.
Nama pria ini adalah Yang Cheng, usianya 35 tahun. Dia dan istrinya, Lin Sun, sedang berduka karena putri mereka meninggal dunia. Sang putri yang masih berusia dua tahun meninggal karena penyakit tangan, kaki dan mulut. Putri mereka meninggal di Rumah Sakit Hefei, di Provinsi Anhui, China, rencananya, sang putri akan dimakamkan di kota asal mereka yang cukup jauh di Quqiu, dilansir Dailymail.
Tidak punya uang untuk menyewa mobil jenazah, Yang Cheng tetap ingin anaknya dimakamkan di kampung halaman mereka. Akhirnya Yang Cheng dan istrinya membawa jenazah putri mereka dalam tas travel yang besar. Usaha ini dilakukan agar orang lain tidak tahu bahwa isi tas tersebut adalah mayat. Mereka berdua memakai kendaraan umum untuk kembali pulang ke kampung halaman.
Usaha Yang Cheng dan istrinya harus gagal di tengah jalan karena pihak keamanan menemukan tanda-tanda jenazah dalam tas melalui alat pemindai. Polisi menangkap Yang Cheng dan menanyakan motifnya membawa mayat dalam tas serta dimasukkan ke dalam bus.
Saat itulah Yang Cheng menjelaskan bahwa dia dan istrinya tidak punya uang untuk menyewa mobil jenazah. "Kami tidak kaya dan pengurus pemakaman ingin biaya yang menguras harta kami," ujarnya. Akhirnya polisi membebaskan Yang Cheng setelah dua jam diperiksa.
"Dilarang mengangkut mayat dalam kendaraan umum, apalagi dengan cara yang tidak bermartabat (memasukkan dalam tas travel)," demikian yang diucapkan seorang juru bicara kepolisian setempat. "Boleh membawa pulang jenazah ke tempat lain, tetapi tidak di dalam tas dan diletakkan di bagasi," lanjutnya.
Perjuangan Yang Cheng dan istrinya tidak sia-sia. Akhirnya jenazah putri mereka bisa kembali ke kampung halaman setelah menempuh perjalanan dua jam menggunakan taksi. Tidak diketahui apakah biaya taksi merupakan biaya pribadi atau ada pihak lain yang membantu meringankan beban pasangan yang sedang diselimuti duka ini.
Semoga Yang Cheng dan istrinya tabah setelah ditinggal selamanya oleh sang putri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar