Pages - Menu

Kamis, 22 Agustus 2013

Tiga Keputusan Paling Jenius & Dramatis dalam Sejarah Sepakbola

Sepakbola selalu menghadirkan drama. Keputusan-keputusan penting yang diambil kerap menjadi penentu dalam sejarah perjalanan sebuah klub. Nah, berikut ini tiga keputusan yang dianggap paling dramatis dalam sejarah sepakbola.

Dalam sebuah polling yang dilakukan Sky Sport dalam beberapa pekan terakhir, tercatat ada 50 keputusan yang dianggap sangat penting dalam sejarah olahraga. Dan tiga teratas menjadi milik sepakbola.
Berikut ini keputusan yang dianggap paling dramatis dalam sejarah sepakbola:

1. Manchester United di Final Champions League 1999
Keputusan Sir Alex Ferguson melakukan pergantian saat final Champions League 1999 silam terpilih menjadi yang terbaik. Saat itu MU yang sempat tertinggal 1-0 dari Bayern Munich sebelum akhirnya berhasil menjadi kampiun. 

Pada laga yang digelar di Camp Nou itu, Ferguson melakukan pergantian yang dianggap paling jenius dalam sejarah sepakbola. Saat itu, MU tertinggal hingga pertandingan memasuki masa injury time. Fergie langsung memasukan Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer dan menarik keluar Jesper Blomqvist dan Andy Cole.

Hasilnya, dua pemain pengganti itulah yang sukses memberikan trofi Champions League setelah Sheringham sukses menyamakan kedudukan di menit 91 sebelum akhirnya gol Solskjaer menjadi penentu kemenangan Iblis Merah. Dengan trofi ini MU berhasil meraih treble.


2. Keputusan Barcelona datangkan Messi
Keputusan paling tepat kedua yakni saat Barcelona menerima bocah kecil Argentina bernama Lionel Messi. Barca mengambil risiko dengan menerima Messi yang saat itu berusia 11 tahun. Saat itu, Barcelona harus mengeluarkan dana sebesar 900 poundsterling untuk biaya pengobatan Messi yang mengalami masalah dengan hormon pertumbuhan. 
Pengorbanan Barcelona itu membuahkan hasil. Messi menjelma menjadi pemain hebat dan berperan besar dengan rentetan prestasi yang dituai klub asal Katalan itu. Messi telah memenangkan semua gelar bersama Barcelona. Kini Messi tak ternilai lagi harganya.

3. Liverpool di Final Champions League 2005
Keberhasilan Liverpool menciptakan keajaiban di Istanbul menempati posisi ketiga dalam daftar ini. Keputusan Rafael Benitez menggantikan Steve Finnan dengan Didi Haman di awal babak kedua dianggap jenius. Masuknya, Haman dianggap menjadi kunci keberhasilan Liverpool mengejar defisit tiga gol dari AC Milan di babak pertama.
Liverpool akhirnya sukses membalas gol Paolo Maldini dan dua gol Hernan Crespo lewat tiga gol dari Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan Xabi Alonso. Liverpool akhirnya sukses mengalahkan Milan dalam drama adu penalti. Peran Haman juga dianggap sangat vital setelah menjadi penendang pertama Liverpool di drama adu penalti itu.
Selain tiga keputusan di atas, beberapa keputusan penting lainnya juga tercatat dalam sejarah sepakbola termasuk saat Arsenal mengangkat Arsene Wenger. Maklum, saat itu Wenger tak begitu dikenal. Namun manajer asal Prancis ini berhasil memberikan banyak gelar meski dalam beberapa tahun terakhir posisinya mulai digoyang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar